"And He feeds me and quenches my thirst and when I fall sick then He (Allah) cures me" [Soorah Shu'araa: 80]


18.1.10

Ulul Albab:Bukan Sekadar Intelektual


Ulul-albab disebut enambelas kali dalam Al-Quran. Menurut Al-Quran, ulul-albab adalah kelompok manusia tertentu yang diberi keistimewaan oleh Allah swt. Diantara keistimewaannya ialah mereka diberi hikmah, kebijaksanaan, dan pengetahuan - disamping pengetahuan yang diperoleh mereka secara empirikal.

“Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak.Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali ulul-albab.” (QS.2:269)

Disebutkan pula dalam Al-Quran bahwa:

“Mereka adalah orang yang boleh mengambil pelajaran dari sejarah umat manusia.” (QS. 12:111)

Dipelajarinya sejarah berbagai bangsa, kemudian disimpulkannya satu pelajaran yang bermanfaat, yang dapat dijadikan petunjuk dalam mengambil keputusan di dalam kehidupan ini.

“Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk dari Allah, dan mereka itulah ulul-albab..” (QS. 3:7)


Tanda-Tanda Ulul-Albab

Apa tanda-tanda ulul-albab? Selain beberapa keistimewaan yang diberikan Allah kepeda mereka -seperti yang telah saya sebutkan, di bawah ini akan saya tampilkan lima tanda lagi menurut Al-Quran.

Tanda pertama: Bersungguh-sungguh mencari ilmu, seperti disebutkan dalam Al-Quran:

“Dan orang yang bersungguh-sungguh dalam ilmu pengetahuan mengembangkannya dengan seluruh tenaganya, sambil berkata: ‘Kami percaya, ini semuanya berasal dari hadirat Tuhan kami,’ dan tidak mendapat peringatan seperti itu kecuali ulul-albab.” (QS.3:7)

Termasuk dalam bersungguh-sungguh mencari ilmu ialah kesenangannya menafakuri ciptaan Allah di langit dan di bumi. Allah menyebutkan tanda ulul-albab ini sebagai berikut:


“Sesungguhnya dalam proses penciptaan langit dan bumi, dalam pergiliran siang dan malam, adalah tanda-tanda bagi ulul-albab.” (QS.3:190).

Tanda kedua: Mampu memisahkan yang jelek dari yang baik, kemudian ia pilih yang baik, walaupun ia harus sendirian mempertahankan kebaikan itu dan walaupun kejelekan itu dipertahankan oleh sekian banyak orang.

Allah berfirman:

“Katakanlah, tidak sama kejelekan dan kebaikan, walaupun banyaknya kejelekan itu mencengangkan engkau. Maka takutlah kepada Allah, wahai ulul-albab.” (QS.5:100)

Tanda ketiga: Kritis dalam mendengarkan pembicaraan, pandai mempertimbang ucapan, teori, cadangan atau dalil yang dikemukakan oleh orang lain:

“Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk dan mereka itulah ulul-albab.” (QS.39:18)

Tanda keempat: Bersedia menyampaikan ilmunya kepada orang lain untuk memperbaiki masyarakatnya; diperingatkannya mereka kalau terjadi kepincangan, dan diprotesnya kalau terdapat ketidakadilan. Dia tidak duduk berpangku tangan di depan komputer; dia tidak senang hanya terbenam dalam buku-buku di perpustakaan; dia tampil di hadapan masyarakat, terpanggil hatinya untuk memperbaiki kepincangan di tengah-tengah masyarakat…:

“(Al-Quran) ini adalah penjelasan yang cukup bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasannya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar ulul-albab mengambil pelajaran.” (QS.14:52)

“Hanyalah ulul-albab yang dapat mengambil pelajaran, (iaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merosakkan perjanjian, dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk. Dan orang-orang yang sabar kerana mencari keredhaan Tuhannya, mendirikan solat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).” (QS. 13:19-22)

Tanda kelima: Tidak takut kepada siapa pun kecuali kepada Allah. Berkali-kali Al-Quran menyebutkan bahwa ulul-albab hanya takut kepada Allah:

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku wahai ulul-albab.” (QS 2:197)

“. . . maka bertakwalah kepada Allah wahai ulul-albab, agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS 5:179)

“Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai ulul-albab.” (QS. 65:10)

Sampai di sini, nampaknya seorang ulul-albab tak jauh berbeza dengan seorang intelektual; ini jika dilihat dari beberapa tanda ulul-albab yang telah disebutkan seperti: bersungguh-sungguh mempelajari ilmu, mahu mempertahankan keyakinannya, dan merasa terpanggil untuk memperbaiki masyarakatnya. Namun dalam ayat lain, Allah swt dengan jelas membezakan seorang ulul-albab dengan intelektual:

“Apakah orang yang bangun di tengah malam, lalu bersujud dan berdiri karena takut menghadapi hari akhirat, dan mengharapkan rahmat Tuhannya: samakah orang yang berilmu seperti itu dengan orang-orang yang tidak berilmu dan tidak memperoleh peringatan seperti itu kecuali ulul-albab.” (QS. 39:9)

Dengan merujuk kepada firman Allah di atas, inilah “tanda khas” yang membezakan ulul-albab dengan ilmuwan atau intelektual lainnya. Ulul-albab rajin bangun tengah malam untuk bersujud dan rukuk di hadapan Allah. Dia merintih pada waktu dinihari, mengajukan segala derita dan segala permohonan ampunan kepada Allah Swt, semata-mata hanya mengharapkan rahmat-Nya.

Tanda khas yang lain disebutkan dalam Al-Quran:

“Dia zikir kepada Allah dalam keadaan berdiri, dalam keadaan duduk, dan keadaan berbaring.” (QS.3:191)

Kalau dapat saya simpulkan dalam satu rumus, maka ulul-albab adalah sama dengan intelektual plus ketakwaan, intelektual plus kesalehan. Di dalam diri ulul-albab berpadu sifat-sifat ilmuwan, sifat-sifat intelektual, dan sifat orang yang dekat dengan Allah swt. Sebetulnya Islam mengharapkan bahawa dari setiap pusat pendidikan lahir ulul-albab, bukan sekadar sarjana yang tidak begitu banyak gunanya, kecuali untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rutin. Islam mengharapkan dari pusat-pusat pendidikan lahirnya ilmuwan yang intelektual dan yang sekaligus ulul-albab.

2 comments:

Anonymous said...

Thank you dedi.

Heard of ulul-albab but my sense of what it is all about is limited to what I am able to comprehend, at that time.

And now, your entry has indeed broaden me.

pakcik said...

Ulul albab adalah golongan yg punya kekuatan ZIKIR & FIKIR, tidak hanya berzikir di hadapan tikar sembahyang sepanjang masa, tetapi terjun ke tengah masyarakat dan berterusan menyumbang buah fikiran, tenaga dan intelektualisme mereka.
mereka punya kekuatan hablun-minallah dan hablun-minannas yg mantap.mereka tidak dipengaruhi persekitaran, malahan merekalah yg mencorakkannya..

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails

Holistic Followers

mindfulness

Loading...

Home..